
Walau pun Razia Antik di seluruh Indonesia namun di kecamatan kampung rakyat masih tetap Narkoba beroperasi Di tengah gema perang melawan narkotika yang kerap didengungkan institusi kepolisian, sebuah anomali mencolok terjadi di Dusun Bis II, Desa Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat. Sosok berinisial AC*N, yang santer disebut-sebut sebagai aktor intelektual sekaligus pengendali peredaran gelap narkoba, disinyalir bebas mengendalikan “bisnis haram” tersebut tanpa tersentuh oleh penegak hukum setempat.
Namun hal yang paling menyesakkan nalar publik adalah fakta geografisnya: markas peredaran ini hanya berjarak lebih satu kilometer dari mapolsek Kampung Rakyat. Kedekatan jarak ini memicu pertanyaan besar apakah ini merupakan bentuk kegagalan deteksi dini, ataukah sebuah pembiaran yang terstruktur Oleh APH?
Namun ada nya razia antik ini, tapi tidak ada tindakan tegas maka kami masayarakat meminta intelpom yang bertugas di 3 kabupaten labuhan batu serta intelrem 022 PT juga bertugas di 3 kabupaten Labuhanbatu agar menindak tegas bandar sabu inisial ACN yang selama bertahun-tahun. Tahun mengedar kan narkoba
Selama ini, Polsek Kampung Rakyat, yang berada di bawah naungan Polres Labuhanbatu Selatan, gencar mempublikasikan kegiatan Gerebek Sarang Narkoba (GSN). Namun, efektivitas gerakan ini mulai diragukan dan dianggap hanya sebagai publikasi.
Publik menilai Gerbek Sarang Narkoba (GSN) yang dilakukan selama ini cenderung bersifat seremonial. Penangkapan kecil sering diekspos, namun “Bandar besar” seperti AC*N seolah memiliki imunitas di tengah kepungan.Jika jarak satu kilometer saja gagal dijangkau oleh radar kepolisian terutama polsek kampung rakyat, maka efektivitas intelijen TNI di wilayah tersebut patut dipertanyakan secara intelektual dan profesional.
Ketidak berdayaan aparat penegak hukum ini memicu keresahan mendalam bagi masyarakat sekitar yang setiap hari menyaksikan rusaknya moral generasi anak bangsa akibat marak nya peredaran narkoba yang kasat mata.
”Kami bingung, kantor polisi itu dekat sekali. Kalau kami warga biasa saja tahu siapa yang ‘main’, masa polisi tidak tahu? Jangan-jangan GSN yang kemarin-kemarin itu cuma buat foto-foto saja supaya kelihatan kerja. Kalau memang serius, tangkap ACN. Jangan cuma pemakai kecil yang dikorbankan sementara pengendalinya aman di depan mata.”Ucap (F), Warga Desa Pekan Tolan (Identitas dirahasiakan demi keamanan)
masyaraka
Fenomena “tutup mata” ini menjadi noda hitam bagi institusi Polri yang sedang berupaya mengembalikan kepercayaan publik. Jika Polsek Kampung Rakyat terus membiarkan aktivitas di Dusun Bis II berlangsung, maka dugaan adanya simbiosis mutualisme antara oknum aparat dan bandar akan semakin menguat di opini masyarakat.
Dibutuhkan intervensi tegas dari Polres Labuhanbatu Selatan untuk mengevaluasi kinerja personel di tingkat Polsek. Hukum tidak boleh tajam ke bawah tumpul ke atas pada mereka yang tidak jauh dari markas polsek kampung rakyat
Penulis
Tim



