Visi, Misi dan Program Kerja Vivie Evie Pesik

Visi Pengabdian Desa

Mewujudkan desa kelahiran sebagai komunitas yang cerdas, mandiri, dan berbudaya, melalui kepemimpinan yang tulus dan dedikasi tanpa pamrih.

 

Saya membayangkan masa depan di mana desa bukan lagi tempat yang ditinggalkan, melainkan pusat kemajuan dan kebanggaan. Sebuah komunitas yang mandiri secara ekonomi, kuat dalam nilai-nilai budaya, dan sejahtera dalam kehidupan sosial. Desa Digital akan terealisasi jika masyarakat cerdas. Desa Wisata akan menjadi kenyataan jika masyarakat memiliki kedisiplinan dan karakter yang kuat dalam budaya Minahasa. Desa mandiri akan menjadi kenyataan jika masyarakat sejahtera.

 

Transformasi ini akan dicapai melalui tiga pilar utama:

 

  1. Kepemimpinan Ikhlas, Masyarakat Cerdas: Mengedepankan keteladanan, transparansi, dan pelayanan yang tulus, dengan prinsip bahwa kemajuan bersama adalah tujuan
  2. KemandirianEkonomi: Membangun ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan, memberdayakan potensi lokal, dan menciptakan lapangan kerja yang bermartabat.
  • Pelestariandan Inovasi Budaya: Menjaga warisan leluhur sebagai fondasi identitas, sekaligus mengadaptasikannya secara kreatif untuk relevan dengan masa depan.

 

 

Ini adalah perjalanan pulang yang penuh makna. Sebuah komitmen untuk menanamkan setiap ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh di luar, baik ketika saya mengabdi di pemerintahan kabupaten minahasa selatan, di level pemerintahan provinsi, kini saya kembali demi akar yang lebih kuat dan tunas yang lebih subur di tanah kelahiran desaku yang ku cinta.

 

Misi dan Program Kerja Nyata:

 

  1. KepemimpinanIkhlas, Masyarakat Cerdas
    • Meningkatkanprofesionalisme perangkat desa dan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang prima, transparan, cepat dan tepat. Semangat pelayanan tanpa pamrih menjadi motivasi dasar setiap perangkat pemerintahan desa
  • Kursuskepemimpinan dasar perangkat desa (supaya bisa melayani dengan hati nurani yang bersih dan rela berkorban tanpa melanggar aturan yang berlaku)

 

  • SistemApel mingguan seluruh perangkat desa dan piket harian perangkat desa pada hari kerja di kantor/balai desa guna kelancaran pelayanan kepada masyarakat
  • Pembenahanfasilitas kantor desa dan penyediaan fasilitas komputer dan data keluarga sehingga pelayanan administrasi kemasyarakatan di lakukan secara terpusat di kantor desa (bukan di rumah perangkat desa)
  • Pelayananadministrasi kependudukan secara cepat, tepat dan efektif

 

  • Pengelolaan keuangan desa; dana desa, pengelolaan bumdes, asset desa dan koperasi dengan transparan, jujur dan mudah diakses oleh masyarakat. Setiap rupiah pengelolaan dana desa harus diketahuioleh  (tidak boleh ada dusta di antara kita). Pemimpin perlu menjadi teladan kejujuran dan integritas kepada generasi muda bahkan anak-anak.
    • Penyediaansarana olahraga guna memberi peluang bagi masyarakat / kaum muda dan anak menjadi pribadi yang produktif, kuat secara mental maupun spiritual sehingga siap menghadapi tantangan jaman:
  • Pembangunansarana olah-raga, kantor dan gerai koperasi desa merah putih serta fasilitas bermain anak-anak (perluasan TK GMIM) serta lapangan upacara.
  • Kegiatanlomba-lomba olahraga di setiap tahun guna pengembangan bakat dan semangat patriotisme anak-anak muda di desa agotey secara berkesinambungan
  • Memberidukungan terbentuknya kembali organisasi kepemudaan di masyarakat (KNPI/Karang Taruna) sebagai sarana pembentukan semangat patriotisme yang tinggi
    • Mendoronganak usia sekolah dalam berbagai jenjang melalui pendidikan yang berkesinambungan (meningkatkan jumlah lulusan minimal diploma).
    • Peningkatanfasilitas kesehatan sehingga muda dijangkau oleh masyarakat (pembenahan Pos Kesehatan Desa baik infrastrutur maupun petugas pelayan kesehatan di desa yang SIAGA; SIAP, ANTAR, JAGA), bagi masyarkat yang membutuhkan pertolongan/bantuan pelayanan

Anak-anak, remaja, lansia, dan kaum lemah akan mendapatkan perhatian khusus.

Pendidikan dan Kesehatan warga Adalah investasi masa depan desa kita.

  1. KemandirianEkonomi:
  • Mengembangkanpotensi ekonomi masyarakat melalui peningkatan sarana jalan perkebunan guna mempermudah akses pengelolahan hasil pertanian, optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih Agotey (KDMP) dan BUMDes untuk memberi akses pengembangan ekonomi bagi usaha-usaha rumahan (gula merah, kuliner, pengolahan hasil pertanian)
  • Mendorong tumbuhnya UMKM dan ekonomi kreatif untuk kesejahteraan warga (Penguatan permodalan warung-warungdi desa/sistem konsinyasi bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih Agotey,, Keluarga/kelompok usaha lauk pauk, MBG, kelompok kerajinan desa)
  • Membangun infrastrukturdesa (melanjutkan paving jalan lingkar desa dan tanggul pengaman perumahan, jalan perkebunan, sarana penerangan desa dan peningkatan ketersediaan air bersih secara konsisten), pengembangan sarongsong siow),
  • Promosi dan pembangunan potensi wisata desa yang terintegrasi dengan program pemerintah Kabupaten Minahasa: akan memberi peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha kuliner (rumah kopi, jualan kerajinan dlsb)
  • Memfasilitasi dan mendorong gerakan mapalus alam pembangunan/perbaikan fasilitas perumahanmasyarakat, pengolahan lahan perkebunan dan penguatan modal pendidikan bagi anak-anak sekolah (arisan pendidikan)
  • Melakukan koordinasi intensif dengan semua SKPDbaik di Pemerintah Kabupaten dan Propinsi guna mendapatkan dukungan projek2 infrastruktur desa; (rumah layak huni bagi masyarakat ekonomi lemah yang belum memiliki rumah, fasilitas2 umum, project padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja). Efisiensi anggaran dari pemerintah pusat akan sangat terasa sampai ke desa, hanya pemerintah desa yang mampu melakukan lobi di pemerintahan kabupaten, provinsi bahkan kementrian yang bisa memperoleh projek-projek pembangunan infrastruktur yang karena itu masyarakat akan memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas.
  • Revisipenambahan quota penerimaan bantuan Jaring Pengaman Sosial dalam bentuk Data BLT, PKH, Lansia, dan lain sebagainya,. Perlu dilakukan pengusulan penambahan jumlah penerima.

 

 

  • Pelestariandan Inovasi Budaya
  1. Memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan semangat gotong royong (sanggar budaya: maengket,kolintang, orkes serta kelompok mapalus), perlu ada kegiatan-kegiatan kerohanian yang terintegrasi guna pembinaan mental yang kuat bagi generasi muda – ibadah oikumene secara menetap setiap 3 bulan sekali.
  2. Menciptakansuasana desa yang aman, harmonis, demokratis, dan menjunjung tinggi  (pembentukan Siskamling sistem keamanan lingkungan dan sosialisasi yang tetap mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat bekerja sama dengan pihak kepolisian).
  3. Penataan dan perluasan lahan Rumah Masa Depan (TPU) Desa Agotey (Kami keluarga akan menghibakan sebagian lahan untuk perluasan Taman Pemakaman Umum)

 

Akhirnya, pengalaman kedinasan saya selama kurang lebih 20 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara di instansi pemerintah khususnya di Bidang Kesra Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, dan Sebagai Penelaah Teknis Kebijakan di Biro Pembangunan Sekretariat Daerah Propinsi Sulawesi Utara, Kiranya menjadi modal besar dalam rangka konektivitas pengajuan projek-projek strategis peningkatan kesejahteraan masyarakat desa Agotey ke depan. Dalam tekad yang tulus kiranya Tuhan menolong saya dalam berupaya sekuat tenaga mengimplementasikan misi Pemimpin Propinsi dan Kabupaten, sampai ke Desa Agotey.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *